Peringatan Untuk Diri Terutamanya!

Jauh kamu PRASANGKA!

 Menjauhi Buruk Sangka 

Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

“Jauhilah olehmu berprasangka. Sebab berprasangka adalah sejelek-jelek perkataan. Dan janganlah kamu suka mencampuri urusan orang lain, janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah saling bermegah-megahan, janganlah saling dengki mendengki, janganlah saling benci membenci, dan janganlah kamu saling jauh menjauhi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang telah diperintahkan kepadamu. Seorang muslim dengan muslin lain adalah saudara. Janganlah saling menganiaya, jangan saling men­dengki, dan jangan saling menghina. Sebab taqwa itu di sini (di dalam hati.” Berkata demikian Rasulullah sambil menunjuk ke arah dada. Selanjutnya beliau bersabda: “Menghina terhadap sesama muslim termasuk perbuatan dosa. Setiap muslim dengan muslim lain adalah haram dirampas darahnya, kehormatannya, dan harta bendanya.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

–          Orang yang fizikalnya baik, buruk akibatnya kalau kita bersangka buruk. Sangkaan buruk mestilah dielakkan.

 

 

–          Buruk sangka itu adalah negative thinking. ‘Aku sesuai dengan keyakinan hamba Ku kepada Ku.’ (HR Ahmad)

 

–          Kita sebagai orang beriman haruslah menerima takdir Allah yang telah ditentukan buat kita.

 

–          Kisah Luqman Al Hakim. Kisahnya menaiki himar. Orang lain beranggapan berkenaan dengannya dan anaknya. Pertimbangan Allah yang paling ideal. Apa yang kita lakukan, kita tidak akan terlepas dari kata orang.

Tips-tips Mengelakkan Buruk Sangka.

1. Tumbuhkan empati kepada orang yang menjadi objek buruk sangka. Rasakanlah bila objek buruk sangka itu adalah diri Anda sendiri yang sangat mungkin mengalami banyak kekurangan.

2. Teliti dari mana sumber perasaan negatif, atau buruk sangka itu muncul. Bila ia datang dari informasi seseorang, langkah yang paling baik adalah melakukan pertanyaan lebih detail tentang asal usul berita itu.

3. Bila sumber informasi itu muncul dari dalam hati sendiri tanpa sebab-sebab yang jelas, kecuali sekadar penampilan lahir atau kecurigaan belaka. Beristigfar, dan mohon ampunlah pada Allah swt atas kekeliruan lintasan hati negatif itu.

“Seseorang tidak boleh meyakini keburukan orang lain kecuali bila telah nyata dan tidak dapat diartikan dengan hal lain kecuali hanya dengan keburukan,” begitu nasihat Imam Al-Ghazali.

“Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya.”

(QS.Al-Hujurat:6)

 

4. Sedarilah bahwa lahiriyah seseorang tidak selalu sama dengan batinnya. Islam sama sekali tak mengajarkan penilaian seseorang dari aspek lahirnya. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuh kalian, tapi melihat pada hati kalian.”

5. Terimalah fakta bahwa setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Tidak perlu mengembangkan perasaan dan dugaan terlalu besar dengan suatu kesalahan yang dilakukan seseorang. Kesalahan itu adalah hal lumrah bagi manusia. Karenanya, coba arahkan perhatian itu pada diri sendiri, bukan pada orang lain. Ingatlah prinsip yang diajarkan Rasulullah saw, Berbahagialah orang yang disibukkan oleh aib dan kesalahan dirinya, daripada sibuk oleh aib dan kesalahan orang lain.

6. Salah satu pemicu buruk sangka adalah rasa was-was atau bayangan ketakutan yang akan kita terima akibat pihak tertentu. Untuk mengatasinya, tumbuhkan keyakinan kuat bahwa Allah swt Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas seluruh gerak gerik hambanya. Apa saja yang terjadi merupakan kehendak dan kekuasaan Allah swt.

7. Untuk mematahkan gangguan syetan, terapi yang paling penting adalah dengan dzikir kepada Allah dan berusaha memperbanyak amal-amal ketaatan. Keduanya akan sangat menciptakan suasana hati yang hidup, bersih dan jernih.

8. Mintakan ampun kepada orang yang menjadi objek prasangka tanpa alasan yang jelas. Itu salah satu kafarat ghibah yang disebutkan oleh Imam Ghazali rahimahullah. Menurutnya, doa tersebut dapat menjengkelkan syetan sehingga syaitan tidak bisa memasukkan lintasan negatif atas seseorang.

Allahua’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s