tinta tinti

DIAkan kita ketemu jua.

Assalamualaikum warahmatuLLAH wabarakatuh…

Terkedu. Sekali lagi berfikir. Innalillahi wa innalillahi raji’un.

Ada kakak yang memberitahu, di tengah kekalutan kami menghafal nama-nama bahagian otak dan urat. ( Neurologi)

“Dia ketua pelajar sekolah akak dulu. Baru 4 jam bergelar suami, Allah ketemukannya denganNya. Sekeluarga, dengan mak, ayah serta sahabat baik.”

Saya terus ‘search’ di internet. Terjumpa ini.

Terdiam.

“Haish, awak nih, sampai macam ini sekali?”

“Ajal itu di tangan Allah, kalaulah kita tiba-tiba ditarik nyawaNya di tengah-tengah belajar neuro ini, macam mane pulak eh?” Saya bertanya. Mungkin dengan nada berseloroh, namun serius jua.

Pelbagai kata-kata diungkapkan ahli rumah namun diriku ini, tidak mampu berjawab. Yang terfikir,

“Ya Allah, apa yang akan ku persembahkan padaMu? Amalan yang tidak seberapa ini ke? Dengan dosa-dosa yang tidak lekang setiap hari. Dengan dah salah sangka dengan sahabat? Dengan masalah hati yang terdetik entah apa-apa. Dengan solatku yang tidak ku jamin kesempurnaannya. Ya Allah….”

Segera dilafaz ungkapan syahadah.

Nafas panjang dihela. Ditarik nafas perlahan-lahan. Semuanya- kepala, tangan kaki, salur darah, urat-urat yang sedang ku hafal, semuanya milikNya. MilikNya. Aku tidak punyai apa. Nama sendiri pun ibu dengan ayah yang letak. Bukan boleh pilih nama sendiri.

Entah mengapa berita sebegini memang sangat terkesan buat saya. Memanglah kita tidak mengenali orang yang terlibat itu. Dan siapakah isterinya. Tetapi…

Saya selalu terfikir, sikap kita yang kebiasaannya akan berbuat tidak kisah atas perkara yang berlaku jauh dari kita, itulah sebabnya, kita sering berfikir,

“Alah, orang Palestin je. Jauh dari kite.”

“Takpe, kat Indonesia. Jauh lagi”

“Alah, kat Terengganu, kite Melaka, tak yah risau.”

“Alah kat Bandar sana, bukannya bandar ini”

Apa yang saya fikir,

“Apa perasaan saya jikalau saya merupakan adik si dia yang telah kembali pada RahmatuLLAH,

bagaimana kalau saya merupakan yang baru bergelar isteri si dia?

dan bagaimana kalau saya merupakan emak si dia?”

Esok lagi?

Esoknya, ibu saya telefon saya memaklumkan tentang kisah tragedi yang menimpa saudara sekampung saya sendiri, yang punya pertalian darah jua.

Saya terdiam. Juga kemalangan di jalan raya.

Ayah dan 2 orang anak terkorban. Ibunya itu masih lagi di hospital dalam keadaan kritikal. Keramahanan anak-anaknya di kampung kami tidak dinafikan. Sangat peramah, dan… Masih muda. Jauh mudah dari diriku ini.

“Ya Allah, Sesunggunya, Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Teliti. Kepada Engkaulah tempat kami dikembalikan.”

Dalam sekelip mata, Allah telah Mengembalikan apa yang merupakan hakNYA. MilikNya. Dan kita tidak berhak untuk persoalkan takdir, tapi sebagai manusia biasa, kita berhak bersedih, menitiskan air mata.

Adab Terhadap Jenazah dan Ta’ ziah

(http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2008/11/adab-terhadap-jenazah-dan-taziyah.html)

  1. Segera merawat jenazah dan mengebumikannya untuk meringankan beban keluarganya dan sebagai rasa belas kasih terhadap mereka. Abu Hurairah. Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menyebutkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: “Segeralah (di dalam mengurus) jenazah, sebab jika amal-amalnya shalih, maka kebaikanlah yang kamu berikan kepadanya; dan jika sebaliknya, maka keburukan-lah yang kamu lepaskan dari pundak kamu”. (Muttafaq alaih).
  2. Tidak menangis dengan suara keras, tidak meratapinya dan tidak merobek-robek baju. Karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: “Bukan golongan kami orang yang memukul-mukul pipinya dan merobek-robek bajunya, dan menyerukan kepada seruan jahiliyah”. (HR. Al-Bukhari).
  3. Disunatkan mengantar janazah hingga dikubur. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersada: “Barangsiapa yang menghadiri janazah hingga menshalatkannya, maka baginya (pahala) sebesar qirath; dan barangsiapa yang menghadirinya hingga dikuburkan maka baginya dua qirath”. Nabi ditanya: “Apa yang disebut dua qirath itu?”. Nabi menjawab: “Seperti dua gunung yang sangat besar”. (Muttafaq’alaih).
  4. Memuji si mayit (janazah) dengan mengingat dan menyebut kebaikan-kebaikannya dan tidak mencoba untuk menjelek-jelekkannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: ”Janganlah kamu mencaci-maki orang-orang yang telah mati, karena mereka telah sampai kepada apa yang telah mereka perbuat”. (HR. Al-Bukhari).
  5. Memohonkan ampun untuk janazah setelah dikuburkan. Ibnu Umar Radhiallaahu anhu pernah berkata: “Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam apabila selesai mengubur janazah, maka berdiri di atasnya dan bersabda:”Mohonkan ampunan untuk saudaramu ini, dan mintakan kepada Allah agar ia diberi keteguhan, karena dia sekarang akan ditanya”. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani).
  6. Disunatkan menghibur keluarga yang berduka dan memberikan makanan untuk mereka. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda: “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja`far, karena mereka sedang ditimpa sesuatu yang membuat mereka sibuk”. (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).
  7. Disunnatkan berta`ziah kepada keluarga korban dan menyarankan mereka untuk tetap sabar, dan mengatakan kepada mereka:
  8. “Sesungguhnya milik Allahlah apa yang telah Dia ambil dan milik-Nya jualah apa yang Dia berikan; dan segala sesuatu disisi-Nya sudah ditetapkan ajalnya. Maka hendaklah kamu bersabar dan mengharap pahala.

Apa yang berlaku bukannya Musibah. Ia adalah Muhibbah dari Allah untuk kita yang masih meneruskan perjuangan hidup yang sementara untuk akhirat yang lagi kekal abadi. Ajal itu hanya DiketahuiNya. Tapi masih ada yang fikir dunia ini tempat kekal abadi.

Mari teruskan usaha, teruskan ingat Allah selalu. Bukan sekadar takut akan datangnya Pertemuan itu. Tetapi kerana kita DisuruhNya untuk mengerjakan yang ma’aruf ( betul mengikut SyariatNya) dan meninggalkan yang mungkar (yang salah mengikut syariatNya)

Al Fatihah.

DariNya kita datang, dan kepadaNya jua tempat kembali. AstaghfiruLLAHiladzim…


wAllahualam…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s